Home > Download Materi > Pengantar Sejarah SD

Pengantar Sejarah SD

Pengantar Ilmu Sejarah dan Sejarah di Indonesia

 

Oleh : Yudi Setianto, M.Pd

( Laboratorium IPS  P4TK PKn dan IPS Batu )


Pengantar Singkat Ilmu Sejarah

Istilah Sejarah berasal dari bahasa Arab “syajaratun”(baca: syajarah) yang berarti pohon (Yamin,Muhammad  1958:4). Pohon dalam pengertian tersebut dapat diartikan sebagai keturunan, asal-usul atau silsilah. Dalam istilah asing dikenal history(Inggris) ataupun historia (Yunani). Menurut arti umum,kata historia berarti sesuatu yang telah terjadi.

Rumusan umum definisi sejarah adalah ilmu yang mempelajari manusia pada masa lampau pada tempat tertentu, terjadi sekali dan membawa perubahan. Sedang menurut Edward H Carr, sejarah adalah suatu proses interaksi terus-menerus antara sejarawan dengan fakta-fakta yang ada padanya dan dialog tanpa henti antara masa sekarang dengan masa silam.

Pada dasarnya istilah sejarah mempunyai dua pengertian yaitu:

a.       Apa yang sesungguhnya terjadi pada waktu lalu

b.      Representasi tentang masa lalu dalam bentuk karya ilmiah

Terdapat tiga komponen pengertian/konsep sejarah yaitu:

a.       Sejarah sebagai peristiwa

b.      Sejarah sebagai kisah

c.       sejarah sebagai ilmu

Penulisan sejarah (historiografi) merupakan usaha merekonstruksi masa lalu, dengan melalui tahap-tahap penelitian penulisan sejarah sebagai berikut:

a.       Heuristik , pelacakan dan pengumpilan sumber sejarah

b.      Kritik Sumber. Kritik ekternal dan internal terhadap sumber-sumber sejarah.

c.       Interpretasi/ penafsiran

d.      Historiografi/penulisan sejarah

Dalam rangka mempermudah mempelajari sejarah maka dibutuhkan periodisasi sejarah. Sejarah dipenggal-penggal menjadi zaman-zaman dengan corak masing-masing tertentu. Maksud mengadakan periodisasi untuk mengadakan tinjauan menyeluruh terhadap peristiwa-peristiwa dan hubungan dengan berbagai aspeknya. Periodisasi yang termudah ialah pembabakan yang disusun menurut urutan abad.

Dalam perkembangnya penulisan sejarah kebanyakan berupa sejarah politik. Hal ini disebabkan sejarah politik menarik perhatian sebagai peristiwa penting yang mempengaruhi jalannya sejarah. Namun pasca Perang Dunia II muncul pelbagai jenis sejarah seperti sejarah sosial, sejarah budaya, sejarah militer, sejarah ekonomi dll.

Secara umum, fungsi sejarah terdiri empat macam meliputi:

a.       Fungsi Edukatif, sejarah memberikan kearifan dan kebijakan bagi yang   mempelajari

b.      Fungsi Inspiratif, dari sejarah dapat diambil ide-ide dan konsep yang langsung berguna bagi pemecahan masalah masa kini  dan           untuk mendapatkan inspirasi dan semangat bagi mewujudkan identitas sebagai suatu bangsa.

c.       Fungsi Rekreatif, yaitu nilai estetis dari sejarah, terutama berupa cerita yang indah tentang tokoh ataupun peristiwa.

d.       Fungsi Instruktif, untuk menunjang bidang studi kejuruan/ketrampilan seperti jurnalistik,tehnologi senjata, navigasi dll           (Notosusanto, Nugroho 1972: 7-12).

Sejarah di Indonesia

  1. Kerajaan Hindu-Budha di Indonesia

Perkembangan sejarah di Indonesia tidak mungkin dilepaskan dengan negara-negara disekitarnya antara lain India. Hubungan India-Indonesia sejak awal tarik masehi mempengaruhi segala aspek kehidupan masyarakat. Namun tidak terdapat data sejarah yang pasti mengenai waktu dan siapa yang menyebarkan pengaruh India di Indonesia. Beberapa teori yang mengemukakan peran serta masuknya agama dan budaya India yaitu:

    1. Teori Brahmana. Teori ini menyatakan bahwa golongan Brahmana India yang  menyebarkan Hindu ke Indonesia. Alasannya merekalah yang menguasai ajaran-ajaran agama Hindu. Pendukung dari teori tersebut adalah Van Leur.
    2. Teori Ksatria, berpendapat bahwa pengaruh Hindu dibawa para prajurit(ksatria) melalui proses kolonisasi. Pendukung teori tersebut C.C Berg
    3. Teori Waisya, menyatakan bahwa para pedagang menyebarkan pengaruh India ke Indonesia. Teori ini dikemukakan oleh Krom dan Coedes.
    4. Teori Imigran yang berpendapat bahwa Hindu masuk ke Indonesia dibawa para imigran India akibat konflik di India. Penganut teori ini adalah Mukerji.

Terlepas dari teori di atas,terdapat kerajaan tertua di Indonesia didaerah Kutai (Kalimantan Timur). Bukti sejarah adanya kerajaan Kutai diperoleh melalui tujuh buah prasasti yang disebut Yupa. Prasasti tersebut berhuruf Pallawa dengan bahasa Sansekerta. Prasasti tersebut menunjukkan sekitar angka tahun 400 Masehi. Dari prasasti tersebut juga bisa diungkap raja yang memerintah Kutai antara lain  dimulai Kudungga kemudian Aswawarman dan Mulawarman.

Sekitar tahun 400-500 di Jawa Barat terdapat kerajaan Tarumanegara dengan raja yang terkenal Purnawarman. Berdasarkan prasasti yang ada seperti prasasti  Ciaruteun,Kebon Kopi, Jambu Muara Cianten, Tugu Pasir Awi bahwa Tarumanegara mendapat pengaruh kuat dari agama Hindu. Dalam prasasti Ciaruteun terdapat lukisan dua tapak kaki raja. Sementara prasasti Tugu menjelaskan dibangunnya irigasi yang teratur bagi pertanian rakyatnya.

Kerajaan besar lainnya pada abad ke-7 adalah Sriwijaya yang dikenal sebagai kerajaan maritim terbesar di Indonesia yang menguasai jalur perdagangan di Laut Cina Selatan dan Selat Malaka. Pengetahuan tentang Sriwijaya diperoleh dari sumber asing dan dalam negeri. Sumber asing dikenal dengan berita Cina yang dibawa oleh I-tsing yang menjelaskan bahwa Sriwijaya sebagai  pusat pengetahuan agama Budha.

Sementara  di Jawa Tengah terdapat kerajaan besar yaitu  Mataram dengan raja pertama Sanjaya. Sumber tersebut dari prasasti Canggal yang berangka tahun 732 M, dengan huruf Pallawa dengan bahasa Sansekerta. Namun terdapat dua dinasti yang berkuasa di Jawa Tengah yaitu wangsa Sanjaya yang bercorak Hindu dan wangsa Syailendra yang bercorak Budha. Hal ini diperkuat adanya dua candi besar yang berbeda corak yaitu candi Borobudur (Budha) dan candi Prambanan (Hindu).

Pusat kerajaan Hindu-Budha akhirnya bergeser ke Jawa bagian Timur. Kerajaan terbesarnya adalah Majapahit dengan pendiri R. Wijaya. Raja terbesar Majapahit adalah Hayam Wuruk dengan Patihnya Gajah Mada. Gajah Mada berusaha menyatukan Nusantara yang dikenal dengan Sumpah Palapa. Namun kebesaran Majapahit berakhir yang disebabkan faktor-faktor:

a.       Tidak adanya regenerasi yang baik sepeninggal Patih Gajah Mada dan Raja Hayam Wuruk.

b.      Munculnya pemberontakan –pemberontakan

c.       Beberapa kerajaan vasal melepaskan diri dari Majapahit

d.      Mulai menyebarnya agama Islam dan munculnya kerajaan Islam Demak di Jawa bagian tengah.

  1. Kerajaan Islam di Nusantara.

Sebelum membicarakan keberadaan kerajaan-kerajaan Islam di Nusantara terlebih dahulu dibahas tentang proses masuknya agama Islam di Indonesia. Seperti dijelaskan diatas, Selat Malaka sebagai jalur perdagangan strategi di kawasan Asia Tenggara. Ketika agama Islam lahir di Timur Tengah(Arab) dengan cepat berkembang diberbagai kawasan termasuk Asia. Penyebar agama Islam dari berbagai status sosial termasuk para pedagang. Para pedagang dar Arab, Persia dan Gujarat (India) juga turut meramaikan perdagangan di Selat Malaka. Sementara itu para pedagang Indonesia juga turut aktif di Selat Malaka sehingga mereka bertemu dengan para pedagang Islam tersebut. Diantara pedagang yang bertemu di Malaka yang paling dominan adalah pedagang Gujarat.

Namun mengenai proses masuknya Islam ke Indonesia terdapat beberapa teori atau pendapat yaitu:

a.       Islam masuk ke Nusantara pada abad ke -7 berdasarkan sumber sejarah dinasti Tsang yang menyatakan pada abad ke-7 terdapat pemukiman pedagang Arab di Sumatra.

b.      Islam masuk ke Indonesia pada abad ke -11 dengan bukti adanya makam seorang muslimah bernama Fatimah Binti Maimun, di Leran Gresik Jawa Timur berangka tahun 1082 M (abad ke-11)

c.       Islam datang ke Indonesia pada abad ke-13 dengan dasar adanya catatan perjalanan Marcopolo yang menulis bahwa pada tahun 1292 M menjumpai kerajaan Islam Perlak di Aceh.

Perkembangan Islam di Nusantara dapat mudah tersosialisasi sehingga dalam waktu relatif pendek tersebar di Nusantara. Faktor-faktor penyebabnya adalah:

a.       Agama Islam tidak mengenal sistem kasta

b.      Penyebaran Islam di Indonesia dengan cara damai dan dengan pendekatan budaya disesuaikan dengan tradisi dan adat     setempat.

c.       Syarat masuk Islam sangat mudah dengan membaca kalimat syahadat

d.      Keruntuhan kerajaan-kerajaan besar bercorak Hindu-Budha seperti Sriwijaya dan Majapahit.

e.       Peranan para Wali Songo. Cara penyebaran Islam yang dilakukan Wali Songo sangat menarik perhatian masyarakat antara lain dengan pendekatan budaya di Jawa yaitu media pertunjukan wayang kulit.

Bentuk-Bentuk Akulturasi Perwujudan Antara Budaya Lokal dengan Budaya Islam :

a.       Akulturasi dalam tradisi (halal-bihalal, ziarah kubur dll)

b.      Akulturasi karya sastra (Karya sastra melayu,karya sastra Jawa)

c.       Akulturasi dalam bidang arsitektur (arsitektur keraton,masjid,makam)

Perkembangan Kerajaan-kerajaan Islam di Nusantara

  1. Kerajaan Demak

Kerajaan Samudra Pasai dicatat sebagai kerajaan Islam pertama di Indonesia dengan raja pertama Malik al-Saleh. Sementara itu kerajaan Islam pertama di Jawa adalah Demak yang didirikan oleh bangsawan keturunan Majapahit yaitu R. Patah. Kerajaan Demak bercorak maritim, karena selain memiliki angkatan laut yang kuat juga sebagai daerah transit perdagangan rempah-rempah berasal dari Indonesia bagian timur dengan Malaka sebagai pusat perdagangan yang akan dibawa ke luar negeri.

Ketika Malaka diserang Portugis pada tahun 1511 dibawah pimpinan Alfonso de Albuquerque, Demak mengirimkan armadanya dipimpin Adipati Unus atau Pangeran Sabrang Lor pada tahun 1512 dan 1513. Masa keemasan Demak pada masa pemerintahan Trenggono (1521-1546) dimana menjadi pusat kekuasaan di Jawa dan sebagai salah satu pusat penyebaran Islam di Indonesia. Dalam rangka menanggulangi kekuasaan Portugis di Malaka, Sultan Trenggono menugasi Fatahillah membuat pertahanan di pesisir pantai utara Jawa dan merintis berdirinya Kerajaan Banten dan Kasultanan Cirebon.

  1. Kerajaan Mataram Islam

Kerajaan Mataram didirikan oleh Danang Sutawijaya yang bergelar Panembahan Senopati. Masa kebesaran Mataram saat dipimpin Sutan Agung (1613-1645) wilayah kekuasaannya meliputi dari Jawa Timur sampai Jawa Barat. Ketika VOC bercokol di Batavia, Sultan Agung menyerangnya dalam dua tahap yaitu tahun 1628 dan 1629. Meskipun serangan tersebut gagal, namun ini sebagai bukti bahwa bangsa Indonesia berusaha melepaskan diri dari kekuasaan kolonialisme.

Sepeninggal Sultan Agung, Mataram mendapat pengaruh dari kekuasaan kolonialisme Belanda. Bahkan melalui taktik devide et impera, akhirnya kerajaan Mataram terpecah menjadi Kasunanan Surakarta, Kasultanan Yogyakarta dan Mangkunegaran kemudian saat pemerintahan Inggris di Jawa, Yogyakarta terpecah  sehingga muncul Pakualaman.

3. Kolonialisme dan Imperalisme di Indonesia

a. Masuknya Kekuasaan Bangsa Potugis dan Belanda di Indonesia

Bangsa Portugis berhasil merebut beberapa pelabuhan penting di India dan memperluas daerahnya ke Malaka. Sejak jatuhnya Malaka di tangan Portugis maka bangsa Portugis dapat mengadakan perdagangan langsung ke daerah-daerah Indonesia seperti Maluku dan daerah lainnya serta para pedagang Islam memindahkan usahanya di Pantai Timur Sumatra dan Utara Jawa.

Kedatangan bangsa Portugis ke Indonesia diikuti bangsa lain seperti Belanda. Pelayaran pertama bangsa Belanda dipimpin Cornelis de Houtman yang tiba di Banten tahun 1596. Kedatangan para pedagang Eropa tersebut melahirkan persaingan sesama pedagang Eropa. Untuk mengatasi hal tersebut Belanda membentuk kongsi dagang VOC pada tahun 1602. Dengan terbentuknya kongsi dagang tersebut, pemerintah Belanda memberikan hak-hak istimewa kepada VOC seperti:

a.       Hak menguasai dan mengikat perjanjian dengan kerajaan lain di daerah     kekuasaan monopoli perdagangan

b.      Memiliki tentara dan pengadilan sendiri

c.       Hak untuk memonopoli perdagangan di daerah yang dikuasai

d.      Hak memiliki mata uang sendiri

Namun akhirnya VOC bangkrut yang disebabkan karena kesalahan administrasi serta banyaknya biaya menghadapi perlawanan dan perjuangan rakyat Indonesia. Dengan kebanghkrutan VOC, pemerintah Belanda langsung mengambil alih pemerintahan. Perlawanan rakyat Indonesia menentang penindasan Belanda menimbulkan keruigian kas negara. Akibatnya pemerintah Belanda memperbaiki keadaan keuangan dengan mengadakan Sistem Tanam Paksa (Cultuur Stelsel). Akibat dari kesengsaraan dari kolonialisme Belanda maka muncul banyak sekali perlawanan rakyat seperti Perang Diponegoro, Perang Padri, Perlawanan Kerajaan Banten-Aceh-Makaasar-Bali dan lainnya.

4. Pergerakan Nasional

Akibat penderitaan adanya penjajahan maka timbul kesadaran untuk berusaha melepaskan diri dari kekuasaan bangsa asing sehingga muncul pergerakan nasional. Latar belakang lahirnya pergerakan nasional di Indonesia dipengaruhi dua faktor, yaitu:

    1. Faktor Intern meliputi:

-Kenangan sejarah masa lampau (Sriwijaya, Majapahit, Mataram dll)

-Penderitaan rakyat yang terus menerus

-Lahirnya golongan intelektual

2.  Faktor Extern meliputi:

-Kemenangan Jepang atas Rusia tahun 1905

-Munculnya pergerakan nasional di negara lain seperti  India,Philipina,Turki

Dari faktor-faktor diatas muncullah kesadaran nasional yang diawali lahirnya pelopor Pergerakan Nasional Indonesia yaitu Budi Utomo tahun 1908, kemudian muncul organisasi organisasi lain yang bersifat kpolitik,ekonomi, sosial ataupun keagamaan.

5. Pendudukan Jepang

Ketika Belanda hampir 350 tahun menguasai Indonesia, ternyata bangsa Jepang juga menduduki bangsa ini. Sejak perjanjian Kalijati 8 Maret 1942, maka berakhirlah pemerintahan Hindia Belanda di Indonesia dan diganti dengan Pendudukan Jepang.

Pada awalnya kedatangan pasukan Jepang di Indonesia disambut suka cita , karena beberapa alasan :

–          Kesengsaraan rakyat akibat penjajahan Belanda

–          Adanya slogan Tiga A (Nippon Cahaya,Pelindung,Pemimpin Asia)

–          Tokoh-tokoh nasional seperti Suikarno, Hatta yang sebelumnya diasingkan Belanda, dibebaskan oleh Jepang

–          Diijinkannya pengibaran bendera merah putih dan dikumandangkan lagu Indonesia Raya

–          Penggunaan bahasa Indonesia dalam urusan formal dan non formal serta pelarangan penggunaan bahasa Belanda

–          Kepercayaan masyarakat Jawa terhadap ramalan Jayabaya.

Namun kenyataannya kedatangan Jepang yang mengusir imperalisme Belanda bertujuan bukan untuk membebaskan rakyat Indonesia, namun mempunyai maksud tertentu. Faktor-faktor kedatangan Jepang tersebut:

–          Indonesia kaya hasil tambang, sehingga menunjang Jepang untuk keperluan Jepang dalam rangka Perang Dunia II

–          Indonesia terdapat bahan mentah untuk memenuhi kebutuhan industri dalam negeri Jepang

–          Indonesia memiliki tenaga manusia (man-power) yang banyak sehingga dapat mendukung Jepang dalam usaha menguasai dunia

–          Ambisi Jepang untuk mewujudkan “Hakko Ichi-u” yaitu pembentukan imperium yang meliputi bagian besar dunia yang dipimpin Jepang

–          Kepentingan migrasi, maksudnya wilayah Jepang yang sempit dengan jumlah penduduk yang banyak maka dibutuhkan tempat bagi pemerataan penduduk.

6.Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Pada tanggal 14 Agustus 1945 tokoh-tokoh nasional yaitu Sukarno, Hatta dan Rajdiman Widyodiningrat datang kembali ke Jakarta setelah bertemu dengan Jenderal Terauchi di Dalath Vietnam. Sementara itu perkembangan dunia, khususnya Perang Dunia II negara –negara fasis seperti Jerman dan Jepang mulai terdesak oleh kekuatan Sekutu.

Pada tanggal 6 Agustus 1945 kota Hirosima di Jepang di jatuhi bom atom oleh Amerika dan berikutnya tanggal 9 Agustus giliran kota Nagasaki. Kaisar Jepang Hirohito mulai menyadari bahwa ambisi Jepang membangun imperium Asia Timur Raya tidak mungkin terwujud. Pada tanggal 15 Agustus 1945 Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu

Peristiwa penting penyerahan Jepang kepada Sekutu tidak banyak diketahui rakyat Indonesia. Karena pada saat pendudukan Jepang, sumber berita seperti radio disegel dan koran-koran hanya memberitakan kemenangan pasukan Jepang atas Sekutu. Pimpinan tentara Jepang dengan ketat menyembunyikan berita kekalahan Jepang tersebut.

Pada saat Sukarno, Hatta dan Radjiman kembali ke Jakarta dari Vietnam, berita kekalahan Jepang belum tersebar. Namun beberapa tokoh Indonesia mendengar berita kekalahan Jepang tersebut. Sementara Sukarno berpendapat bahwa kemerdekaan Indonesia harus dimusyawarahkan dengan PPKI. Alasannya, kemerdekaan yang datangnya dari pemerintah Jepang atau hasil perjuangan sendiri, tidak akan menjadi persoalan. Hal ini berbeda dari pandangan golongan muda yang berpendapat bahwa PPKI buatan Jepang sehiongga kemerdekaan Indonesia harus lepas dari kekuatan pemerintah Jepang.

Tanggal 15 Agustus 1945, golongan muda mengadakan rapat denga hasil bahwa proklamasi harus dilaksanakan sesegera mungkin (16 Agustus). Sementara golongan Tua tetap berpendapat perlunya mengadakan rapat dengan PPKI yang merupakan badan perwakilan seluruh Indonesia yang representatif. Disamping itu, kekalahan Jepang pada Sekutu menjadikan pasuikan Jepang diberi kewajiban menjaga status quo atas wilayah Indonesia, sehungga jika golongan muda memaksa merubah keadaan tersebut akan terjadi pertumpahan darah.

Perbedaan pendapat antara kedua golongan tersebut, yang berakibat munculnya peristiwa penculikan terhadap Sukarno-Hatta yang dilakukan golongan muda. Tindakan penculikan tersebut juga dimaksudkan agar tokoh-tokoh tersebut terhindar dari penmgaruh Jepang. Penculikan terhadap Sukarno-Hatta dilakukan golongan muda yang dipimpin Sukarni dan dibawa ke Rengasdengklok. Peristiwa tersebut dukenal sebagai peristiwa Rengasdengklok.

Sementara itu dalam pertemuan dengan golongan Muda, Ahmad Subarjo meyakinkan bahwa dirinya bertanggung jawab dilaksanakan proklamasi kemerdekaan Indonesia secepatnya.  Pada tanggal 16 Agustus 1945 jam 16.00 Ahmad Subarjo menuju Rengasdengklok untuk menjemput Sukarno-Hatta karena sebelumnya sudah ada jaminan bahwa kemerdekaan akan dikumandangkan tanggal 17 Agustus 1945 selambat-lambatnya pukul 12.00 siang. Rombongan akhirnya menuju rumah Laksamada Maeda, perwira Jepang yang simpati pada bangsa Indonesia. Rumah Maeda sebagai Kepala Perwakilan Kaigun (Angkatan Laut) memiliki kekebalan Extra Teritorial yaitu daerah yang menurut tradisi Jepang harus dihormati oleh Rikugun (Angkatan Darat Jepang). Dirumah tersebut naskah proklamasi disusun.

Penyusun teks proklamsi yaitu Sukarno, Hatta dan Ahmad Subarjo dan yang menyaksilam perumusan adalah Sayuti Melik, Sukarni, B M Diah dan Sudiro. Setelah teks dirumuskan muncul persoalan tentang siapa yang berhak menandatangani, karena jika ditandatangani oleh PPKI dapat ditafsirkan bahwa kemerdekaan R I melalui campur tangan Jepang karena PPKI buatan Jepang. Akhirnya muncul usulan agar teks proklamaso ditandatangani oleh Sukarno-Hatta atas nama bangsa Indonesia. Akhirnya teks proklamasi dikumandangkan oleh Ir Sukarno di Jl Pegangsaan Timur 56 Jakarta pada hari Jum’at tanggal 17 Agustus 1945 jam 10.00 WIB.

7. Usaha Mempertahankan Kemerdekaan

Kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus 1945 ternyata belum sebagai jaminan bahwa Indenisia terlepas dari belenggu penjajahan. Belanda berusaha untuk kembali ke Indonesia sehinga menimbulkan konflik dibeberapa daerah Indonesia seperti:

a.       Pertempuran 10 Nopember 1945

Ketika Jepang menyerah kepada Sekutu maka pasukan Inggris sebagai bagian dari Sekutu datang ke Indonesia dengan tujuan untuk melucuti pasukan Jepang. Ternyata kedatangan pasukan Inggris dimanfaatkan oleh Belanda (NICA) untuk datang ke Indonesia. Brigjen Mallaby sebagai pimpinan pasukan Inggris terbunuh di Surabaya akibat kemarahan Arek-arek Surabaya terhadap pasukan Sekutu yang membantu kehadiran kembali imperalisme Belanda. Peristiwa terbunuhnya Mallaby tersebut dijadikan alasan pasukan Inggris untuk menyerang Surabay. Pertempuran tersebut diperingati sebagai hari pahlawan.

b.      Agresi Militer Belanda I dan II

Pada tanggal 21 Juli 1947 Belanda melakukan serangan serentak ke Indonesia yang dikenal sebagai Agresi Militer Belanda I. Agresi Belanda ini mendapat tantangan dari dunia internasional. Untuk mengatsi konflik tersebut Dewan Keamanan PBB membentuk KTN Komisi Tiga Negara yang anggotanya Frang Graham (USA), Paul van Zaeland (Belgia) dan Richard Kirby (Australia). Konflik Indonesia-Belanda  tentang agresi militer I ini dapat diselesaikan melalui perjanjian Renville.

Namun Belanda tidak puas dengan isi perjanjian Renville meski isi perjanjian tersebut menguntungkan Belanda. Maka pada tanggal 19 Desember 1948, Belanda melancarkan Agresi II dengan menguasai Ibukota Yogyakarta. Situasi pemerintahan Indonesia tidak menentu disebabkan Sukarnop dan Hatta ditawan oleh Belanda. Untuk mengatasi hal tersebut dibentuklah PDRI (Pemerintahan Darurat Republik Indonesia) oleh Syafrudin Prawiranegara yang berada di Bukit Tinggi Sumatra Barat. TNI dibawah pimpinan Jenderal Sudirman memberi perlawanan kepada pasukan Belanda denmgan strategi perang gerilya. Bahkan melalui serangan 1 Maret 1949 yang dipimpin Letkol Suharto berhasil menduduki kembali Yogyakarta selama 6 jam. Akhirnya agresi ini diselasaikan melalui jalur diplomasi yaitu pertemuan Roem Royen dan diteruskan dengan KMB di Den Haag. Pada tanggal 27 Desmber 1949 akhirnya Belanda secara resmi mengakui kedaulatan bangsa dan negara Indonesia

Daftar Rujukan

A.K Pringgodigdo. 1980. Sejarah Pergerakan Rakyat Indonesia. Dian Rakyat . Jakarta

Gottslalk, Louis, 1975. Mengerti Sejarah, terjemahan Nugroho Notosusanto, Jakarta:Yayasan Penerbit Universitas Indonesia.

Helius Sjamsuddin, 1996. Pengantar Ilmu Sejarah. Jakarta : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal pendidikan Tinggi.

I Nyoman Dekker. 1875. Sejarah Pergerakan Nasional Indonesia. Lembaga Penerbit IKIP Malang

Soekmono. 1973. Pengantar Sejarah Kebudayaan Indinesia, Jilid 2 dan 3. Kanisius. Jakarta

Marwati Djoened ,dkk. 1984. Sejarah Nasional Indonesia, Jilid II ,III,IV dan V. Balai Pustaka . Jakarta.

Muhammad Yamin, 1957. Pengertian Sejarah Nasional Indonesia (diklat kuliah)

Nugroho Notososanto, 1971. Norma-norma Dasar Penelitian dan Penulisan Sejarah. Jakarta: Pusat SejarahABRI, Departemen Hankam.

Categories: Download Materi
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: